10 January 2010

I'TIKAF SEBAGAI SARANA BERSYUKUR.

Banyak sekali manfaat yang dapat diambil dalam ber I'tikaf salah satunya adalah sebagai upaya untuk mensyukuri atas nikmat dan karunia ilahi yang tiada taranya.

“Dan ingat , tatkala Tuhan-mu memaklumkan ,” Sesungguhnya jika kamu bersyukur , pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu , dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku , maka sesungguhnya Azab-Ku sangat Pedih”( QS.Ibrahim 07 )

Nikmat , dapat dirasakan hanya  ketika seseorang itu masih hidup   ada hayat dikandung badan atau selagi manusia itu bernafas.
Nafas adalah satu bentuk karunia ilahi yang diberikan kepada manusia semenjak awal kejadiannya , maka bentuk syukur nikmat yang pertama dan utama adalah “menjaga nafas.”
Menjaga nafas bukan hal yang sepele karena dalam mengelola nafas itu manusia berhubungan dengan “Sekalian alam” yaitu  alam semesta  dan alam diri  sebagai sumber nafas.


Bernafas memerlukan udara yang bersih dan segar yang dihirup dari sumbernya yaitu  alam semesta , orang yang mensyukuri nikmat atas nafas-nya tentu dengan sendirinya akan berusaha menjaga keserasian dan kelestarian  alam  untuk memenuhi hajat hidupnya yang sehat.
Dalam bernafas ada saja kotoran dalam udara yang mengalir masuk kedalam pernafasan , kotoran yang mengalir masuk kedalam tubuh dapat digolongkan menjadi 2 bagian ;
Kotoran yang memiliki bentuk ( ada wujudnya  ) :
                   seperti , partical debu dan virus .
Kotoran yang tak memiliki bentuk disebut ” Nafsu “.

Rasa sakit yang dapat ditangkap indera hanyalah yang berasal dari  debu dan virus yang masuk kedalam tubuh.
Sementara adanya nafsu menimbulkan gejolak rasa dan kegelisahan yang ada dalam diri.

Kerusakan Organ batang tubuh atau hardware  berupa  luka atau sakit yang dapat dirasa dan diraba adalah disebabkan karena debu dan virus – bakteri penyakit yang bertebaran dialam bebas.
Sebaliknya nafsu menjadi virus yang mempengaruhi software dan memberi dampak pada keadaan kejiwaan manusia.
Jika dibiarkan virus nafsu tidak hanya merusak kemurnian rangkaian  software tapi akan meluas pada rusaknya sistem kehidupan manusia . ibarat komputer terjadi “ Heng “ , dalam keadaan manusia seperti ini  siapa yang dapat merehabilitasinya , keadaan  heng-nya manusia telah diprediksikan al Qur’an :
“……….., dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku , maka sesungguhnya Azab-Ku sangat Pedih”

====0===

8 January 2010

Mengatasi kendala tehnis latihan Dasar . I

Sangat banyak kendala yang dijumpai pada tahapan awal latihan dasar I'tikaf ini dan hal itu sangat wajar dan manusiawi mengingat pada tingkat ini kita berada pada " strata pekerja " yang memang sudah terlanjur biasa mengerjakan sesuatu pekerjaan  tanpa kenal lelah sehari-harinya.

Sebagai pemula kita tidak akan bisa benar I'tikaf berlama lama , rasa diri akan menjadi hantu pengganggu i'tikaf  seperti : Rasa Bosan , rasa capek , rasa haus , rasa gelisah , jemu dan sebagainya.
Karena itikaf tidak hanya fisik yang diam disatu tempat tetapi seluruh sistem jaringan tubuh juga harus wakaf. 
Untuk menghiri adanya fitnah rasa jemu dan malas ,maka mulailah dengan menggunakan waktu yang terpendek yang anda luangkan , ambil satu menit tiap ada kesempatan .
Wakaf adalah berhenti maka usahakan walaupun cuma satu menit atau satu detik anda dapat benar benar mengistirahatkan pasukan kerja dari anggota tubuh anda.
 Satu menit untuk istirahat hardware atau anggota tubuh , satu menit untuk tidak menggerakkan anggota tubuh , satu menit untuk tidak menggunakan otak memikirkan pekerjaan , satu menit untuk tidak mengingat ingat sesuatu , satu menit untuk tidak merasa-rasa segala sesuatu.
Satu menit gunakan untuk hanya menikmati keluar masuknya nafas saja.

Manfaatkan , ambil tiap kesempatan itu satu menit saja dan rasakan manfaat sesudahnya ,
Rasakan manfaat satu menit istirahat berpikir
Rasakan manfaat satu menit istirahat mengingat
Rasakan manfaat satu menit istirahat merasa
Rasakan manfaat satu menit istirahat diam membisu
Rasakan manfaat satu menit khusus menikmati nafas.

Jika dengan satu menit dapat mencapai dan merasakan hasil yang berfaedah maka tambahlah waktu menjadi dua menit  atau 3 menit.

salam,







   

5 January 2010

LATIHAN DASAR I'TIKAF. 1



Gambar ini adalah peta sederhana dari jaringan  dasar bidang kerja otak  sesuai dengan peta fungsi dalam pengendaliannya  .
rumus dasar aqal adalah
: [ I + R + M + P ]    atau  kiri + kanan + Belakang + Muka.
Plus (+) atau perekat himpunannya  adalah  Keinginan ( will ).
Rumusan tersebut hanya dapat disyariatkan melalui latihan dengan I'tikaf atau wakaf .
Maka membiasakan I'tikaf dengan tertib dan benar akan mencapai ketenangan diri [ Hening ].

Kiat mencapai hening [ zero ] adalah :
1. Berniat I'tikaf [ niat lillah ].
2. Duduk dengan rilek [ tidak bersandar ]
3. Gunakan pakaian yang longgar dan nyaman.
4. Kuatkan keinginan  ( W ) .
5. Nafikan segala yang melintas di  4 ruang  bidang jaringan satu persatu.
6. Nafikan getaran yang bergejolak dari 4 bidang  satu persatu.
7. Kuatkan W  sampai tiada yang melintas dan menggetarkan diri.
8. Ulangi sehingga diperoleh hasil yang nyata.
ke delapan  cara diatas adalah hanya dalam rangka untk belajar menggunakan Aqal untuk Ibadah.
Hal ini berbeda dengan rumusan dasar yang telah dicapai oleh para ahli meditasi non muslim di dunia seperti  peta dasar meditasi berikut ini  :


Peta ini biasa dipergunakan sebagai basic " Kundalini " dalam meditasi.

Dalam Latihan Dasar I'tikaf .1 :
Jaringan Otak berfungsi sebagai Pekerja  ( sebagaimana strata lebah / an Nahl ).
Bekerja mengosongkan bidang masing masing dari pengaruh dari luar diri.
Bidang (  I  ) Ilmu         : mengosongkan pikiran yang bergejolak.
Bidang ( R ) Rasa         : mengosongkan adanya syakwa sangka.
Bidang ( M )Memori     : mengosongkan kenangan buruk.
Bidang (  P ) Tenaga     : meredam gejolak dari pandangan , pendengaran dan perkataan.
Proses ini memerlukan latihan yang rutin dan bersunggung sungguh  untuk mencapai hasil berupa kondisi kejiwaan yang di redhoi Allloh.

I'tikaf dan perkembangannya.

I'tikaf memiliki kata dasar wakaf yang bermakna berhenti , belakangan ini pengertian i'tikaf telah berkembang menjadi berjuta-juta tafsiran yang masing masing tafsir itu berasal dari pendapat seseorang atau pendapat komunitas/ majlis sehingga ada yang mengatakan :
1. Itikaf itu berdiam diri dimesjid.
2. Itikaf itu dapat dilakukan sambil tiduran-nginap di masjid.
3. Itikaf itu dapat dilakukan dengan berdzikir dimasjid masjid.
4. Itikaf itu dapat dilakukan sambil makan minum dimasjid.
dan masih banyak tafsir / pendapat orang tentang itikaf yang semuanya berkiblat pada dasar niat ber-Itikaf sehingga perbuatan yang dilakukan diharapkan tetap dalam rangka Itikaf :
Niat iktikaf dilaksanakan sambil mendengar ceramah agama di masjid.
Niat iktikaf dilaksanakan sambil berdzikir menyebut asmaul husna di masjid.
Niat iktikaf dilakukan sambil makan minum bersama di masjid.
Semua itu adalah kenyataan yang dapat disaksikan di masjid masjid.

Benarkah semua hal itu .........?

Benar atau tidak ,kesimpulan itu hanya dapat diperoleh dari dasarnya pengetahuan (strata ilmu) seseorang.
Strata ilmu itu sendiri memiliki minimal 7 ( tujuh ) tingkatan , dimana masing-masing tingkatan adalah dibatasi adanya batas kemampuan mengelola fikiran yang berada di dalam jaringan serebum kiri otak manusia.
Dasar pengertian awal I'tikaf adalah " berhenti"[wakaf].
Apa yang selanjutnya yang dihentikan atau yang berhenti ketika seseorang itu berniat i'tikaf ?
Pertanyaan ini akan dijawab berdasarkan strata pengetahuan yang dimiliki.

Dari kenyataan I'tikaf seperti diatas ,penulis baru menangkap satu tujuan seseorang ber-I'tikaf di masjid secara berjamaah adalah dalam rangka memakmurkan atau meramaikan kegiatan masjid yang dipakai sebagai sarana ibadahnya.

-=> aqal <=- LinkShare  Referral  Prg

4 January 2010

MENGENAL AQAL

Semua orang akan menyatakan diri sanggup menggunakan aqalnya dan tentu akan tersinggung jika ada yang berkata tak menggunakan aqal , namun sebaliknya jika ada pertanyaan ; sudah tertibkah anda menggunakan Aqal ?
Sulit untuk segera dapat menjawab karena kita tak pernah mendapatkan pelajaran bagaimana mengenal Aqal yang sesungguhnya dan kalau ada itu materinya tentu berasal dari luar pelajaran agama..
Dalam tehnik sholat hal tersebut perlu disampaikan atau di-ingatkan kembali agar kesalahan yang telah turun temurun dapat dikurangi , menggunakan aqal adalah syarat ibadah sebagaimana ketetapan ilahi , selama ini pengertian menggunakan aqal diplintir dipermudah menjadi " berakal" atau sehat tidak gila padahal lebih gila lagi kalau orang sehat beribadah tanpa menggunakan ( mengetahui ) aqal.

Apa sebenarnya Aqal itu hingga secara langsung dapat digunakan ?:

Dalam definisi tehnik AQAL nama :
Aqal adalah kemufakatan atau penyatuan kerja dari segenap jaringan yang ada dibalik fungsi anatomis otak.
Jaringan dasar : serebum kiri , serebum kanan, depan dan belakang ( memori ).

Dengan Notasi Rumus dasar Aqal = [ I + R + M + P ].
I (ilmu) ada di serebum kiri keberadaannya diukur dengan IQ
R ( Rasio ) ada di serebum kanan keberadaannya diukur dengan perasaan.
M ( memori ) ada di otak belakang keberadaanya diukur dengan Ingatan.
P ( power ) ada di balik kening keberadaanya diukur dengan konsentrasi.

Berapa besaran nilai tiap unsurnya :
Merujuk pada rumus yang tersimpan dalam Al Qur'an masing masing memiliki besaran nilai 7 ( tujuh )
Sebagaimana di iktibarkan pada binatang lebah ( tawon madu ) maka ke tujuh tingkatan itu terdiri :
1. Ratu
2. Penasehat
3. Pengawas
4.Perencana
5. Pelaksana ( pengatur kerja )
6.Tentara / pelindung kerja.
7. Pekerja.

1. Pada lebah pekerja ada 2 golongan :
a. Pekerja luar bertugas mencari sponsor dari tanaman - bunga.
b. Pekerja dalam bertugas membangun sarang.

2. Lebah pelindung adalah prajurit yang menjaga sarang dan menjaga pekerja.
3. Pelaksana mengatur pembagian tugas bagi tentara dan pekerja.
4. Perencana memberikan design kerja kepada pelaksana sebagai dasar pembangunan sarang..
5. Pengawas membantu perencana dan pelaksana dalam menyelesaikan pekerjaannya.
6. Penasehat adalah memberikan arahan kepada bawahan dalam rangka melindungi keamanan ratu.
7. Ratu sebagai pemimpin tertinggi komunitas sarang dan lebahnya.

Semua itu adalah skema kerja dari Jaringan yang juga berlaku di dalam 4 bagian Aqal.
Bersatunya 4 ratu dari empat arah yang berbeda membentuk 4 sisi dinding Ka'bah diri.





--------------------------------------------------------